Harga Terbaru 2016

6 Software Editing Video Maker Free Gratis

6 Software Editing Video Maker Free Gratis - Anda bingung mencari referensi Software Editing Video yang bagus dan gratis alias Free? Sebenarnya ada banyak sekali Software Editing Video gratisan yang ditawarkan di internet bahkan software yang berbayar pun tersedia disana, mulai dari harganya yg murah sampai mahal. Namun tentu saja yang Anda cari adalah software editing video free dengan kualitas yang bagus. Kabar baiknya, disini kami akan mengulas secara lengkap Software Editing Video gratis dengan kualitas yang bagus.

Eits, sebelum itu ada saran dari kami. Ingat-ingatlah bahwa jangan mencari yang terbaik tapi yang paling sesuai kebutuhanmu.


Searches related to software edit video, video editing software free download, free video editing software for windows 7, video editing software free download full version, professional video editing software free download, avs video editor, best video editing software for windows, aplikasi edit video pc, aplikasi edit video windows 7

Setiap software menawarkan sesuatu yang spesial,  jadi anda yang menimbang-nimbang apakah itu sesuai dengan kebutuhanmu. Jadikanlah itu sebagai patokanmu dalam pencarian the right one. Jangan sampai tergiur kecanggihan ini itu tapi malah nggak sesuai kebutuhanmu sob!

Pertama, perhatikan format yang didukung program tersebut.

Sebagai video maker, apakah anda merekam pakai kamera profesional, smartphone atau bahkan tongsis terserah pada kalian. Namun pastikan format hasil perekamannya bisa dibuka di program editing, jangan maksa dengan mem-format dulu sebelum mengeditnya.

Kedua, fitur apa saja yang tersedia.

Apakah kamu butuh banyak visual effect? Berencana memakai screen capture atau chrome key? Apa videomu butuh koreksi warna atau di-dubbing? Jangan sampai ada yang ketinggalan ya, karena satu saja fitur yang kamu butuhkan tak ada maka akan percuma saja.

Ketiga, perhatikan opsi export video.

Sebagai video maker, kamu seharusnya menyimpan video dalam format yang didukung YouTube: .MOV, .MPEG4, MP4, .AVI, .WMV, .MPEGPS, .FLV, 3GPP atau WebM. H.264 codec. Itu semua sudah jadi format standar wajib agar bisa diunggah ke website.

Terakhir, cek batasan yang ada pada software.

Untuk beberapa software editing video gratisan biasanya ada watermark di videonya, non-aktifkan beberapa format untuk export atau batasi kesemuanya. Jangan sampai kamu capek-capek mengedit video berjam-jam namun endingnya tidak menyenangkan. Jadi selalu pastikan mengecek semuanya dulu sebelum mulai mengedit.

Nah Berikut 5 rekomendasi Software Editing Video Free alias Gratis. 

1. VSDC

Software Video Maker VSDC

* Support (Windows)

VSDC sudah 6 tahun berkeliaran dan diakui layak mendapat reputasi sebagai software video maker all-in-one karena fiturnya yang bejibun. Keunggulan utamanya adalah kompabilitas full format dan tidak membatasi opsi export, tidak seperti software editing lainnya.

Jadi VSDC bisa membaca semua format video dan memungkinkanmu menyimpan semuanya. Bahkan kamu bisa meng-ekspor project dalam format H.265 codec untuk kualitas kompresi yang lebih baik.

Meski desain websitenya jadul, VSDC update kok dengan trend editing video terbaru. Diantara fitur miliknya, kamu bakal menemukan banyak sekali visual effect, masking tool, Chroma Key dan mode blending.

Sebagai YouTubers, kamu juga bakal puas memakai screen capture built-in dan banyak sekali cara untuk menggunakan teks dan subtitle.

Export options: AVI, DVD, VCD/SVCD, MPEG, MP4, M4V, MOV, 3GP/3G2, WMV, MKV, RM/RMVB, FLV, SWF, AMV, MTV
Keunggulan : VSDC memiliki banyak fitur bagus dan mendukung full format. Versi free juga tidak ada batasan.
Kekurangan: antarmuka software kurang untuk orang yang berpindah dari program linear semacam Movie Maker. Akan butuh waktu dan tenaga sebelum kamu bisa memakai video editing ini.

2. Lightworks

Software Lightworks Editing

* Support (Windows, Mac and Linux)

Lightworks sudah ada di pasaran lebih dari 20 tahun dan satu-satunya software video maker gratis multiplatform yang tersedia untuk tiga sistem operasi terbesar (Windows, Mac, Linux). Program ini diklaim “bisa untuk semua format yang ada di luar sana” termasuk ProRes, Avid DNxHD, AVC-Intra, DVCPRO HD, RED R3D, DPX, AVCHD and HD 422.

Untuk versi free, Lightworks memungkinkanmu bermain-main dengan judul, editing multicam dan mengaplikasikan lebih dari 100 bulit-in preset untuk membuat videomu makin kece.

Namun keunggulannya bukan karena menyediakan visual effect wow, melainkan karena adanya fitur superior trimming yang didesain simpel dan cepat. Nggak heran kalau Lightworks akhirnya jadi langganan rumah produksi film Hollywood seperti “The Wolf of Wall Street” dan “The King’s Speech” yang sudah terbukti award winning.

Export options: Lightworks archives, YouTube, Vimeo
Keunggulan: antarmuka clean, trimming super presisi
Kekurangan : opsi export di versi free terbatas untuk YouTube dan Vimeo. Itu artinya kamu hanya bisa mengunggahnya secara langsung ke dua platform tersebut.

3. HitFilm 4 Express


Software HitFilm 4 Express
Software HitFilm 4 Express

* Support (Mac and Windows)

HitFilm sebenarnya ditargetkan sebagai editor video bagi filmmaker indie namun akhirnya justru populer di kalangan YouTuber. Karena program ini cocok untuk berkreasi seluas-luasnya.

HitFilm fokus di visual effects dengan kolekssinya mulai dari shake, hujan, darah-darahan, ledakan dan api. Tapi yang unik dari HitFilm adalah tool membuat 2D dan 3D yang kualitasnya setara Adobe After Effects.

HitFilm 4 Express juga memiliki tools titling standar, grading warna, fitur Chroma Key dan editing audio. Hasilnya kompatibel dengan Quicktime, AVI, MOV, MP4, MPEG-1, MXF, DV, HDV dan WMV.

Export options: QuickTime, MP4, AVI, YouTube direct upload
Keunggulan: HitFilm 4 Express memiliki fitur basic untuk editing video dan tidak membutuhkan sistem yang tinggi.
Kekurangan : Beberapa fitur penting hanya tersedia dengan cara berlangganan sehingga versi gratisannya tidak terlalu bisa diandalkan.


4. OpenShot

Software openshot
Software openshot

* Support (OpenSource Linux. Windows and Mac installers in Beta)

OpenShot menjadi Software Editing Video open source yang mendapat dukungan besar dari komunitas dan sering diupdate. Bisa digunakan untuk semua format yang didukung oleh Ffmpeg contohnya WebM, AVSHD, HEVC dan codec audio yang populer.

Dilihat sekilas,fitur Openshot tidak terlihat luar biasa dibanding produk sejenis lainnnya. Kamu akan mendapat editor video non-linear dengan trimming, resizing, scalling dan rotasi. Kamu juga mendapat beberapa warna Chroma Key, efek transisi, editor audio dan tool untuk titling.

Lebih jauhnya, label “open source” yang membuat OpenShot ini makin spesial. Kamu jadi bisa menyesuaikan sendiri format output berkat adanya Ffmpeg, dan membuat kombinasi bitrate, format bahkan codec sendiri lho!

Export options: Simple mode: web-ready formats for YouTube and Vimeo, Advanced mode: customizable
Keunggulan : OpenShot adalah satu-satunya Software Editing Video open source kelas atas
Kekurangan : Berdasarkan feedback pengguna, OpenShot bisa jadi tidak stabil dan terus-terusan crash.

5. DaVinci Resolve 12.5

Software DaVinci Resolve 12.5
Software DaVinci Resolve 12.5

* Support (Mac and Windows)

Untuk urusan koreksi warna dan grading, DaVinci Resolve adalah jagonya. Ini adalah pilihan software editing video paling tepat buat kamu yang ingin jadi master di bidang kualitas gambar.

DaVinci Resolve memungkinkan untuk melakukan proses editing video secara bersamaan seperti trimming, mengaplikasikan efek transisi atau mengedit audio waveform. Dengan dukungan plug-in OpenFX, kamu juga bisa set up filter video sesuai selera.

Pengguna jatuh hari dengan software ini karena koleksi palet warnanya yang ciamik dan tool Shot Match otomatis. Bedanya di versi gratis dan berbayar juga tidak banyak lho sob!

Untuk yang berbayar menyasar filmmaker profesional sehingga menambahkan fitur noise reductin dan editing stereoscopic 3D.

Namun DaVinci Resolve ini justru dinilai sia-sia jika hanya digunakan untuk mengedit simpel-simpel saja. Jadi pastikan kamu memang bener-bener butuh software ini ya daripada nanti pusing memakainya.

Export options: AVI, QuickTime, MP4, MOV, APNG
Keuntungan : menyediakan banyak color correction
Kekurangan : membutuhkan sistem tinggi, minimal 4G RAM untuk grafis. Selain itu juga bakal ada masalah untuk mengimpor beberapa tipe file. Format yang direkomendasikan untuk Da Vinci adalah ProRes jadi harus dikonversi dulu sebelum mulai mengedit.

6. VideoPad

Software VideoPad
Software VideoPad

* Support (Windows and Mac)

Jika kamu mencari Software Editing Video yang bisa dengan cepat memotong fragment maka VideoPad jawabannya. Program ini simpel dan memiliki fitur yang terbatas, seperti namanya.

Meski begitu VideoPad tetap memiliki setidaknya 50 visual effect, Chroma Key, teks overlay, basic audio editor dan penyetabil footage yang goyang. Selain itu kamu juga bisa membuat voiceover dan menambahkan subtitel pada videomu.

Untuk versi free, antarmukanya terlihat familiar untuk yang biasa memakai MovieMaker. Sedangkan keuntungan dari versi berbayar adalah adanya kemampuan untuk mengedit beberapa video secara simultan dan menggunakan plug-in eksternal.

Export options: AVI, WMV, MPG, 3GP, MP4, MOV, direct upload to Youtube, Flickr or Facebook
Keuntungan : Mudah menginstal, antarmuka clean, editing dengan sistem drag and drop
Kekurangan : Minimnya dokumentasi dan support. Video yang diekspor agak berkurang kualitasnya namun kemungkinan tidak tampak di layar yang kecil.


Nah, silahkan anda pilih jenis Software Editing Video mana yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Semoga artikel ini bermanfaat!

Daftar Harga Cleaning Kit Kamera DSLR Lengkap - NOVEMBER 2017

Harga Cleaning kit Kamera - Berikut ini adalah list daftar harga Cleaning kit Kamera terkini yang dibahas secara lengkap, edisi katalog harga Cleaning kit Kamera terbaru bulan ini dapat Anda jadikan sebagai referensi perbandingan harga. Untuk Informasi harga kamera secara detail akan kami informasikan di bawah ini.

INFORMASI : Di dalam artikel pembahasan mengenai harga cleaning kit kamera terlengkap dari berbagai merk dan tipe ini anda akan menemukan daftar harga cleaning kit ternama yang umum dan banyak digunakan oleh para pengguna kamera fotografi di dunia. Disini Anda tidak hanya akan mendapat informasi mengenai daftar harga cleaning kit kamera terlengkap dengan merk dan tipe terkenal, namun disini kami akan secara detail menginformasikan  mengenai spesifikasi dari cleaning kit tersebut.

Kami sangat mengharapkan, dengan adanya informasi lengkap mengenai daftar harga cleaning kit kamera berbagai merk dan tipe dibawah ini dapat memudahkan anda untuk menentukan pilihan cleaning kit kamera mana yang sesuai dengan kebutuhan kamera kesayangan anda. 

Catatan: Harga cleaning kit kamera yang ada disitus ini sudah dikonversikan kedalam nilai tukar rupiah. Dan kami tidak menjamin bahwa semua harga cleaning kit kamera  yang tertera dibawah ini sama persis dengan harga di toko kamera maupun pusat elektronik kamera diwilayah sekitar anda. Ini dikarenakan kebijakan harga dapat berubah setiap saat sesuai lokasi, kondisi pasar dan hal-hal lainnya tanpa pemberitahuan sebelumnya. 

Baiklah tanpa perlu berlama-lama lagi mari kita mulai pembahasan daftar harga cleaning kit kamera terlengkap berbagai merk dan tipe 2017 di bawah ini.

Daftar Harga Cleaning Kit Kamera Terlengkap Berbagai Merk Dan Tipe 2017

Harga Clening Kit Kamera

Daftar Harga Cleaning Kit Kamera Berbagai Merk Dan Tipe Termurah Sampai Termahal

Merk & Tipe Harga Spesifikasi
Bower – 6-In-1 Digital Camera Cleaning Kit – White/Gray Rp. 79.763 Bower 6-In-1 Digital Camera Cleaning Kit: Compatible With Most Dslr And Point-And-Shoot Cameras And Camcorders; Includes Self-Adhesive Screen Protector, Microfiber Cleaning Cloth, Screen-Cleaning Solution Spray, Blower Brush, Cotton Swabs And Lens Tissue
Lenspen – Lens Cleaner – Silver/Blue Rp. 79.763 Safe For Use With Most Gopro Cameras’ And Camera Cases’ Optical Lenses; Liquid-Free Carbon Cleaning Formula; Environmentally Friendly, Nontoxic Formulation
Lenspen – Ultrapro Lens Cleaner Rp. 93.079 Designed For Use With Most Camera, Camcorder And Optical Lenses; Liquid-Free Carbon Cleaning Formula; Environmentally Friendly And Nontoxic
Green Clean Full-Frame Ccd Cleaner Kit Rp. 93.212 Dcw-Branded Microfibre Cleaning Cloth, Great For Cleaning Lcd Screens,  Cameras And Lenses
Giottos – Rocket-Air Small Blower – Red Rp. 119.711 Giottos Rocket-Air Small Blower: Lets You Remove Dust From Sensitive Equipment And Electronics; Detachable Nozzle; Air Inlet Valve; Rocket Base; Natural Rubber Construction
Giottos – Rocket-Air Professional Large Blower – Black Rp. 133.027 Giottos Rocket-Air Professional Large Blower: Detachable Air Nozzle; Inlet Valve; Rocket Base Design; Abs And Natural Rubber Materials
Hüfa – Lens Wipes (24-Pack) – White Rp. 133.027 HUFA Lens Wipes (24-Pack): Compatible With Most Cameras, Including Models With Multicoated Lenses; Single-Use; Disposable; Lint- And Residue-Free; Nonabrasive Design; 24-Pack
Giottos – Q.Ball Rocket Air Blower – Black Rp. 139.818 Giottos Q.Ball Rocket Air Blower: Detachable 2″ Air Nozzle; Air Inlet Valve; Tripod Base Design; Abs And Rubber Materials
Giottos – Rocket Air Blaster Air Duster – Black Rp. 146.343 Compatible With Most Electronics; Allows You To Remove Dust; 1-Way Valve; Nonrolling Design
Lenspen – Sensorklear II Sensor Cleaner – Black Rp. 159.659 Designed For Cleaning The CCD And CMOS Sensors; Articulating Head With Cleaning Tip; Non-Liquid Carbon Cleaning Compound
Hüfa – Lens Wipes (50-Pack) – White Rp. 172.975 HUFA Lens Wipes (50-Pack): Compatible With Most Cameras, Including Models With Multicoated Lenses; Single-Use; Disposable; Lint- And Residue-Free; Nonabrasive Design; 50-Pack
Insignia™ – 5-In-1 Cleaning Kit For Digital Cameras And Camcorders – Multi Rp. 199.607 Compatible With Most Digital Cameras And Camcorders; Helps Remove Dust, Fingerprints And Smudges; Includes Lens Cleaning Pen, Dust Blower, Lens Cleaning Tissues, Solution And A Cloth
Lenspen – Dslr Pro Camera Cleaning Kit – Black Rp. 212.923 Compatible With Most Lenses And Viewfinders; Self-Replenishing Tip; Carbon Cleaning Compound; Retractable Brush; Screw-On Cap; Pocket Clip; Liquid-Free Design
Lenspen DSLR Pro Cleaning Kit Rp. 213.056 Designed For Cleaning LCD Screens Displays, Carbon Compound Cleaning Tip, Unique Semi Triangular Shape, No Messy Fluids ,  Tissues Or Clothes Required, Ultrafine Retractable Brush
Giottos – Electronics Cleaning Kit – Black Rp. 239.555 Safe For Use On A Variety Of Optical Equipment And Screens; Includes A Brush, Lint-Free Microfiber Cleaning Cloth, Cotton Swabs And Ammonia- And Alcohol-Free Cleaning Solution
Giottos Rocket Air Blower – Large Rp. 239.688 Safe For All Optics: Camera Lenses,  Binoculars,  Spotting Scopes,  Telescopes Etc., Unique Invisible Carbon Compound Cleaning Tip – No Messy Liquids,  Cloths Or Tissues, Long Life – 500+ Uses!
Moisture Muncher 1oz Pack Of 3 Rp. 239.688 Designed For Compact Cameras Lenses, Carbon Compound Cleaning Tip, No Messy Fluids ,  Tissues Or Clothes Required, Ultrafine Retractable Brush, Compact Form Factor For Easier Handling
Giottos Rocket Air Blower – Cleaning Kit Rp. 239.688 Specially Designed For Cleaning Lens Filters, Carbon Compound Cleaning Tip, No Cleaning Fluid,  Tissue Or Cloth Required, Ultrafine Retractable Brush
Vanguard 3 In 1 Cleaning Kit Rp. 239.688 Designed For Cleaning Viewfinders And Compact Camera Lenses, Carbon Compound Cleaning Tip, No Cleaning Fluid,  Tissue Or Cloth Required, Ultrafine Retractable Brush
Dust Away Air In A Can Rp. 253.004 Blows Away Dust Particles, Safe Option For Sensitive Or Difficult-To-Reach Surfaces, Also Removes Stubborn Dust Clinging To Items Due To Static Electricity, 135mm High
Lenspen – Optical Lens Cleaner – Black Rp. 266.187 Compatible With Most Optical Lenses; Self-Replenishing Tip; Carbon Cleaning Compound; Retractable Brush; Screw-On Cap; Pocket Clip; Liquid-Free Design
Lenspen – Micropro Lens Cleaner – Black Rp. 266.187 Designed For Cleaning The Micro Camera Lenses; Non-Liquid Carbon Cleaning Compound; Specially Designed Tip; Retractable Dust-Removal Brush
Lenspen – Micropro Lens Cleaner – White Rp. 266.187 Compatible With Most Camera Viewfinders; Self-Replenishing Tip; Carbon Cleaning Compound; Retractable Brush; Screw-On Cap; Pocket Clip; Liquid-Free Design
Giottos Rocket Air Blower – Small Rp. 266.320 Blows Away Harmful Dust Particles And Lint
Lenspen Lens Cleaning Pen Rp. 279.636 Blows Away Dust Particles, Safe Option For Sensitive Or Difficult-To-Reach Surfaces, Also Removes Stubborn Dust Clinging To Items Due To Static Electricity, 190mm High
Lenspen – Ultrapro Cleaning Kit – Silver Rp. 319.451 Compatible With Most DSLR Cameras; Cleans Lenses, Filters, Viewfinders And LCD Screens; Includes A Lenspen, Filterklear, Micropro And Smartklear
Giottos – Electronics Cleaning Kit – Black Rp. 359.399 Safe For Use On A Variety Of Optical Equipment And Screens; Includes A Brush, Lint-Free Microfiber Cleaning Cloth, Cotton Swabs, Ammonia- And Alcohol-Free Cleaning Solution And Rocket Blaster
Lenspen Minipro Rp. 426.112 Protects Devices From Corrosion,  Fogging And Mildew, Changes Colour When Saturated, Simply Heat In Oven To Reactivate Crystals
Lenspen Filterklear Rp. 519.324 Rocket-Air, Micro-Fiber Magic Cloth, Retractable Brush, Cotton Swabs With Paper Shaft, Multi Optical Cleaning Solution
Lenspen Micropro Rp. 545.956 Includes Power Lens Cleaner, Keeps Devices Free From Dust And Dirt, Works As Air Blower And Brush, Has Soft Tip Graphite Dispenser, 30-Ml Cleaning Solution Spray
Dcw Microfibre Cleaning Cloth Rp. 585.904 Cleans Dslr Cameras, Mini Vac Blows Away Loose Dust, Wet Foam Swab Dissolves Residual Stains
Insignia™ – Advanced Camera Accessory Kit – Black Rp. 665.667 Compatible With Most Advanced Cameras; Includes Lens Cap Keeper, Cleaning Kit, Lcd Screen Protectors, Memory Card Case, Usb 3.0 Memory Card Reader, Hdmi Cable With Mini/Micro Adapter, Bubble Level, Ir Remote Shutter
Lenspen – Sensorklear Pro DSLR CCD Cleaning Kit Rp. 692.299 Designed For Use With Most Camera, Camcorder And Optical Lenses; Unique Non-Liquid Compoun; Environmentally Friendly And Nontoxic
Lenspen – Photo Pro Camera Cleaning Kit – Black Rp. 732.247 Compatible With Most Cameras; Self-Replenishing Tip; Carbon Cleaning Compound; Retractable Brush; Screw-On Cap; Pocket Clip; Liquid-Free Design
Lenspen – Sensorklear Loupe Kit Rp. 1.198.307 Sensorklear Loupe Kit Contains: One Sensorklear Loupe, One Sensorklear II, One Lenspen Hurricane Blower, Two AAA Batteries, One Velour Carry Bag; Designed For Use With Most Camera, Camcorder And Optical Lenses; Unique Non-Liquid Compoun; Environmentally Friendly And Nontoxic
Lenspen Digiklear LCD Screen Cleaning Pen Rp. 2.183.824 3 Dedicated Pens For Lenses,  Filters & Viewfinder, Carbon Compound Cleaning Tip, No Messy Fluids ,  Tissues Or Clothes Required, Ultrafine Retractable Brush, Micro Fibre Cloth For Cleaning Camera Body Parts
Demikian Ulasan mengenai List Daftar Cleaning Kit Kamera Terbaru Bulan Ini. Semoga review harga Cleaning Kit Kamera di Toko Kamera dan Mall Elektronik ini dapat bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai bahan perbandingan sebelum membeli Cleaning Kit Kamera  yang murah untuk anda. Anda bisa langsung membeli Cleaning Kit Kamera dengan harga murah di toko Kamera, Toko Online Kamera maupun Mall Elektronik di masing-masing daerah sekitar Anda. Semoga informasi harga ini bermanfaat.

Anda bisa mencari artikel ini dengan kata kunci Searches related to cleaning kit kamera, harga pembersih kamera, cleaning kit kamera yang bagus, canon cleaning kit, cara membersihkan lensa kamera dslr dari jamur, pembersih kamera nikon, membersihkan lensa kamera dengan alkohol, pembersih lensa kamera hp, harga blower kamera.

DAFTAR ISTILAH PENTING YANG SERING DIPAKAI DALAM DUNIA FOTOGRAFI

Gambar, Image Daftar Istilah Penting Dalam Fotografi

DAFTAR ISTILAH PENTING YANG SERING DIPAKAI DALAM DUNIA FOTOGRAFI 


Di dunia fotografi, banyak sekali istilah-istilah asing yang mungkin diantara Anda masih banyak yang belum mengetahui tentang maksud dan fungsinya. Namun bagi Anda yang sudah lama terjun di dunia fotografi tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah-istilah ini.

Untuk lebih mempermudah dalam mendalami serta memahami apa maksud dan fungsi dari istilah-istilah dalam fotografi ini, maka kami rangkumkan beberapa istilah yang sering muncul dalam dunia fotografer. Ini bertujuan agar lebih mudah difahami oleh teman-teman fotografer pemula maupun yang sedang mulai belajar fotografi.

Berikut kami ringkaskan kumpulan dan daftar istilah yang sering digunakan dalam fotografi dimulai dari A sampai Z beserta fungsi dan kegunaanya:

A
A:
Auto, yaitu simbol untuk pilihan fasilitas otomatis. Bila selector diputar ke posisi auto maka bukaan diafragma akan bekerja secara otomatis.

AF :
Auto Focus, yaitu cara kerja kamera yang fokus otomatis tanpa mengharuskan user memutar sendiri penemu fokus (jarak).

AL servo AF :
saran pilihan autofocus yang digunakan untuk memotret objek2 bergerak. Biasanya digunakan untuk pemotretan kegiatan olahraga.

Angle of view :

sudut pemotretan.
Aperture diafragma :
lubang tempat cahaya masuk kedalam kamera dari lensa keatas film.

Artificial light :
cahaya yang sengaja dibuat manusia untuk memotret misalnya lampu kilat, api, dll.

ASA :
American Standar Assosiation. Yaitu standar kepekaan film. Pengertiannya sama dengan ISO, hanya saja nama ASA dahulu umumnya dipakai diwilayah amerika.

Auto Program Programed Auto (P) :
fasilitas otomatis untuk memilih pencahayaan terprogram secara normal dan high speed (kecepatan tinggi), tergantung pada pemakaian panjang-pendek fokus lensa.


B
Back light :
Cahaya dari belakang, yaitu cahaya yang datang dari belakang objek. Efek cahaya ini bisa merugikan fotografer sebab bila mengenai lensa akan menimbulkan flare.

Bayonet :
Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk melakukan penggantian lensa.

Birds eye view :
Sudut pandang dalam pemotretan yang mirip dengan apa yang diliat seekor burung yang sedang terbang.

Blitz :
Lampu kilat atau flashgun. Alat ini merupakan cahaya buatan yang berfungsi menggantikan peran cahya matahari dalam pemotretan.

Blur :
Kekaburan seluruh atau sebagian gambar
arena gerakan yang disengaja atau tidak sengaja pada saat pemotretan dan efek besar kecilnya diafragma.

Bottom light :
Cahaya dari bawah objek, biasa juga disebut ‘base light’. Biasa digunakan sebagai cahaya pengisi dari arah depan. Fungsinya mengurangi kontras cahaya utama.

Bounce Flash :
Sinar pantul. Pancaran cahaya tidak langsung yang berasal dari sumber cahaya (lampu kilat).

Bracketing :
Suatu teknik pengambilan gambar yang sama dengan memberikan kombinasi pencahayaan yang berbeda-beda pada suatu objek (disamping pengukuran pencahayan normal).

Built-in diopter :
Pengatur dioptri (lensa plus atau minus) yang sudah terpasang pada pembidik kamera. Biasanya digunakan oleh fotografer berkacamata.


C
C :
Continuous, Fungsinya menyatakan penggunaan bidikan gambar secara beruntun dengan kecepatan tertentu (biasanya 3 bingkai per detik).

Candid camera :
foto atau potret yang dibuat dengan cara sembunyi-sembunyi.

CCD :
Charge Couple Device, yaitu chip pengganti filmyang digunakan pada kamera digital untuk merekam gambar (citra)

Center of focus :
pusat perhatian. Sering juga disebut center of interest atau focus of interest.

Center weight :
pengukuran pencahayaan yang tertuju hanya pada 60 persen daerah tengah gambar (bidang) foto.

Coating :
pemberian suatu lapisan tipis pada permukaan lensa. Berfungsi untuk menahan pantulan cahaya dan melindungi lensa dari berbagai bahaya jamur.

Cold tone :
warna yang bernada dingin; berwarna biru kelabu dengan nada warna ringan.

Color balance :
keseimbangan warna.

Continuous light :
lampu kilat yang digunakan untuk memotret; cahayanya dapat menyala terus menerus(berulang-ulang).

Contrast :
kontras. Secara umum kontras diartikan sebagai perbedaan gradasi,kecerahan, atau nada (warna) antara bidang gelap (shadow) dengan bidang terang, atau warna putih yang mencolok sekali pada objek.


D
Density :
densitas atau kepekatan dalam fotografi. Semakin pekat suatu warna, semakin gelap dan berat warnanya.

Depth :
kedalaman, yaitu efek dimensional yang timbul karena ada perbedaan ketajaman.

Diaphragm :
diafragma, yaitu lubang pada lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pemotretan.

Distortion :
distorsi atau penyimpangan bentuk. Biasanya terjadi pada pemotrtan dengan lensa sudut lebar.


F
Fill in Flash :
Lampu kilat pengisi. Dalam kondisi pemotretan yang tidak memerlukan lampu kilat

Film :
Media untuk merekam gambar.

Film Frame Counter :
Penghitung jumlah bingkai film. Pendeteksi berangka yang menunjukkan jumlah film yang sudah terpakai.

Film transparency :
Slide warna atau color reversal film, yaitu film positif yang biasa digunakan untuk keperluan iklan, pers, dll.

Filter :
Penyaring dalam bentuk kaca (atau bahan lain yang tembus cahaya) yang dipasang pada ujung tabung lensa.

Fix Lens :
Lensa fix, yaitu lensa yang memiliki panjang fokus (titik api) tunggal, sudut pandangnya tetap.

Flash :
Lampu kilat, yaitu jenis lampu buatan yang mampu menyediakan cahaya yang bisa dikendalikan.

Flash exposure compensation :
Kompensasi pencahayaan lampu kilat, yaitu cara membuat alternatif pencahayaan lebih atau kurang dengan menggunakan lampu kilat.

Focus ring :
Titik api atau pertemuan berkas sinar/cahaya melalui lensa setelah berbias atau dipantulkan.

FPS :
singkatan dari frame persecond, yaitu satuan pengambilan gambar dalam gambar per detik.


G
GN :
Singkatan dari guide number, yaitu kekuatan daya pancar cahaya lampu kilat yang merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau feet) dan diafragma.


H
High angle :
pandangan tinggi. artinya, pemotret berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek foto.

High-Key photo :
sebutan untuk suatu foto yang didominasi nuansa putih.

High light :
bagian-bagian yang terang pada sebuah foto karena pantulan sinar.

Honeycomb :
Perangkat atau alat tambahan berbentuk seperti sarang tawon.

Hot shoe :
sepatu panas. terdapat pada bagian atas kamera, berfungsi untuk memasang lampu kilat elektronik.


I
Image :
gambar yang terbentuk pada film atau pada tirai pengamat.

Incident light metering :
Pengukuran cahaya jatuh, yaitu mengukur kuat cahaya yang menerangi objek.

Infinity :
jarak tak terhingga dengan tanda pada skala jarak.

Infrared :
inframerah, yaitu sinar merah diluar spektrum.

ISO :
singkatan dari international standart organization.


J
JIS :
singkatan dari japan industrial standart, yaitu ukuran kepekaan film, seperti asa digunakan di Jepang.


L
Lens :
Lensa, yaitu alat yang terdiri dari beberapa cermin yang mengubah benda menjadi bayangan yang bersifat terbalik, diperkecil, dan nyata.

Lens Hood :
Tudung lensa yang digunakan untuk menutupi elemen lensa terdepan dari cahaya yang masuk secara frontal.

Light contrast :
Kontras cahaya, yaitu tingkat kepekaan cahaya yang dihasilkan oleh suatu sumber cahaya.

Light meter :
Pengukur kekuatan sinar. Biasa dipakai dalam pemotretan untuk menentukan besar diafragma atau kecepatan pada suatu kondisi pencahayaan.

Long Shot :
Sudut pandang yang lebar yang memberi perhatian lebih pada objek pemotretan dengan cara memisahkannya dari latar belakang yang mungkin mengganggu.

Low angle :
Pandangan rendah, yaitu sudut pandang dalam pemotretan dengan kedudukan pemotret lebih rendah dari objek pemotretan. Menghasilkan gambar seolah-olah objek lebih tinggi dari aslinya.

LT :
Long time Exposure, sama dengan pencahayaan panjang misalnya 2 detik atau lebih.


M
Macro :
Makro, saran untuk pemotretan jarak dekat. Makro akan menghasilkan rekaman objek (pada film) yang sama besar dengan objek aslinya (1:1).

Macro Lens :
Lensa makro, yaitu lensa yang digunakan untuk memotret objek berukuran kecil atau pemotretan jarak dekat (mendekatkan objek).

Magnification :
Pembesaran. Diukur dari gambar film dengan perbandingan ukuran asli objek.

Main light :
Sinar utama dalam pemotretan yang biasanya berasal dari depan objek. Biasanya digunakan untuk memunculkan bentuk atau wajah objek.

Medium shoot :
Pandangan yang lebih mengarah kepada suatu tema pokok dengan latar belakang yang agak dihindari.

Metering :
Pola pengukuran cahaya yang biasanya terbagi dalam 3 kategori : center weight, evaluative/matrix dan spot

Metering center weight :
Pola pengukuran cahaya menggunakan 60 persen daerah tengah gambar

Metering matrix :
Pola pengukuran cahaya berdasarkan segmen-segmen dan persentase tertentu

Metering spot :
Pola pengukuran cahaya yang menggunakan satu titik tertentu yang terpusat.

MF :
singkatan dari manual focus, yaitu cara penajaman atau pemfokusan yang dilakukan secara manual.

Microphotography :
yang menggunakan film berukuran kecil, dengan bantuan mikroskop.

Monopod :
sandaran atau penyangga kamera berkaki satu. Berfungsi membantu menahan kegoyangan. Sering pula disebut “unipod”


N
ND Filter :
Filter ND, yaitu filter yang berfungsi menurunkan kekuatan sinar sebanyak 2 sampai 8 kali.

Nebula Filter :
Filter yang menghasilkan gambar dengan efek pancaran sinar radial yang berpelangi.

Normal lens :
Lensa berukuran normal berfokus panjang, 50 mm atau 55 mm, untuk film berukuran 35 mm. Sudut pandangnya sama dengan sudut pandang mata manusia.


O
Optical Sharpness :
ketajaman optis, yaitu suatu ketajaman yang dapat dicapai karena lensa berkualitas baik.

Optik :
berkenaan dengan penglihatan (cahaya, lensa, dsb)

Overexposure :
kelebihan pencahayaan. Bagian shadow tampak pekat (tanpa detail) sehingga negative tampak hitam total.

Overhead lighting :
sinar dari atas. Lampu atau penyinaran yang dibuat untuk menyinari objek dari atas.

Override :
Penyimpangan dari pengaturan otomatis.


P
Polarizing Color Filter :
Filter yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna, terdapat berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efek-efek tertentu.

Polarizing Conversion Filter :
Filter terdiri dari selembar polarisator dengan filter konversi warna (85B).

Polarizing Fider Filter :
Filter yang terdiri dari dua filter PL linier yang digabung menjadi satu.

Polarizing Circular Filter :
Filter yang dibuat dari lembaran polarisator linier dan keeping quarter wave retardation, dilapi di antara dua gelang filter.

Polarizing Filter :
Filter polarisasi, dipakai untuk menghilangkan refleksi dari segala permukaan yang mengkilap.

Pop Up Flash :
Lampu kilat kecil terbuat atau menyatu dengan kamera.


R
Rana :
Adalah tirai yang menggantikan fungsi penutup manual di bagian depan lensa, besar kecilnya dapat diatur sesuai kebutuhan.

Rana Celah :
Rana celah vertical dan horizontal dan terletak pada kamera.

Rana Pusat :
Rana yang terletak pada lensa, berdampingan dengan diafragma.

Rembrandt Lighting :
Cahaya yang berasal dari jendela atau sering juga disebut window lighting. Cahaya yang datang dari sudut 45 derajat.

Remote :
Alat yang memungkinkan fotografer melakukan penekanan shutter dari jarak jauh dengan penghubung arus tanpa kabel.

Resolution :
Daya pisah. Suatu sifat lensa yang berdaya urai dengan kemampuan menyajikan detail kehalusan gambar sesudah film dikembangkan (diproses).

Retouch :
Mengubah, sifatnya memperbaiki atau menambah warna dengan menggunakan tangan atau kuas, atau juga pada masa ini dengan komputer seperti melukis sehingga menghasilkan gambar yang baik dan tanpa cacat seperti sebelumnya.

Reverse Adapter :
Suatu alat penyambung yang digunakan untuk memotret saat menggunakan lensa kamera yang dibalik sehingga elemen belakang lensa menghadap ke objek.


S
Second Curtain Sync :
Fasilitas untuk menyalakan lampu-kilat sesaat sebelum rana menutup.

Self Adjusting :
Penyesuaian (diri).

Self Timer :
Penangguh waktu. Sebuah tuas yang digunakan untuk keperluan memperlambat membukanya rana kamera sekalipun tombol pelepas kamera telah ditekan.

Sepia Toner :
Pewarna coklat/sawo.

Sequence :
Sekuen. Satu seri dari beberapa jepretan (shot) yang meliputi suatu kejadian yang sama. Setiap jepretan hanya berbeda dalam hitungan detik.

Sharpness :
Ketajaman film, yaitu suatu kemampuan film untuk merekam setiap garis dari pandangan yang dipotret dengan ketajaman yang baik.

Side Lighting :
Sinar dalam pemotretan yang datangnya dari arah samping kanan atau kiri – 90 derajat dihitung dari sudut pandang kamera.

Single Lens Reflect :
Refleks lensa tunggal (RLT), adalah kamera yang memiliki satu lensa untuk membidik yang menggunakan cermin dan prisma.

Single Point Reading :
Suatu pembacaan pengukuran dalam pencahayaan yang dilakukan hanya pada satu titik atau bagian tertentu yang terpenting dari sebuah objek foto.

Slave Unit :
Mata listrik yang menyalakan lampu-kilat karena pulsa yang dihasilkan oleh menyalanya lampu-kilat lain.

Small Format Camera :
Kamera format kecil yaitu kamera jenis SLR (Single Lens Reflect) yang menggunakan film berukuran 35 mm namun fleksibel dan enak dipegang serta ringan.

Snapshoot :
Bidikan spontan, tanpa modelnya diatur terlebih dahulu.

Snoot :
Suatu alat berbentuk kerucut yang berlubang pada ujungnya dan digunakan untuk memperkecil penyebaran cahaya dari lampu kilat studio.

Soft Focus Len :
Lensa yang berdaya lukis lembut.

Sonar Autofocus :
Sistem otofokus yang bekerja berdasarkan perjalanan bolak-balik suara sonar – dari kamera ke objek kembali ke kamera.

Special Effect :
Efek khusus dengan menggunakan teknik tertentu.

Spectrum :
Berkas sinar yang terlihat oelh mata, terpecahkan oleh pembiasan prisma dalam warna-warni.

Speedlight :
Lampu-kilat yang mempunyai kecepatan menyala tinggi atau cepat.

Speedo Solarisasi :
Suatu teknik kamar gelap versi lain dari tehnik solarisasi (efek sabattier) pada film ortholith yang akan memberikan suatu efek gerakan yang cepat (speedo).

Stereo Camera :
Kamera berlensa dua yang menghasilkan dua foto sekaligus.

Still Life :
Berarti lukisan atau pemotretan benda mati. yang khusus menempatkan benda-benda kecil buatan manusia sebagai objeknya.

Subtractive :
Sistem penyusunan balans warna dengan mengurangi unsure warna, suatu kebalikan dari additive atau menambahkan.

Super Wide Lens :
Lensa bersudut super lebar yang biasa digunakan untuk pemotretan arsitektur, interior, eksterior, pemandangan, dll.


T
Table-Stand :
Kaki tiga (tripod) kecil. Sandaran kamera yang membantu menahan goyang yang dipakai di atas meja.

Texture :
Tekstur, sifat permukaan atau sifat bahan, merupakan elemen seni visual yang sangat penting karena mampu memberi kesan “rasa” seperti halus, kasar, mengkilat, dll.

Tele Converter :
Lensa tambahan yang dipasang di antara lensa asli dan tubuh kamera, yang dapat mengubah lensa normal menjadi tele dan lensa tele menjadi tele panjang.

Tele Lens :
Lensa tele yang digunakan untuk memperbesar objek yang akan difoto. Lensa ini dapat digunakan untuk memperoleh ruang tajam yang pendek.

Test Strip :
Suatu cara untuk mendapatkan hasil cetakan yang baik (normal) yang dilakukan dengan cara membuat pencahayaan bertingkat pada saat mencetak sebelum mencetak sesungguhnya.

Tilt Head :
Kemampuan kepala lampu-kilat untuk dapat diputar. Fungsinya untuk mendapatkan efek pencahayaan yang lembut dengan cara memantulkan terlebih dahulu cahaya yang keluar dari lampu-kilat.

Timer Switch :
Pengukur waktu yang akan memutuskan aliran listrik pada akhir hitungan yang telah ditentukan.

Top Light :
Cahaya (dari) atas. Cahaya yang berasal dari atas objek. Biasanya digunakan untuk menerangi bagian atas kepala model yang akan difoto.

Transparan :
Tembus pandang ialah permukaan suatu benda yang tidak menghambat pandangan untuk melihat benda di belakangnya. Kaca dan plastik misalnya bersifat tembus pandang.

Translusen :
Tembus sinar. Namun kita tidak biasa melihat benda yang berada di belakang benda yang translusen tersebut. Misalnya kaca es, kaca buram, kaca susu, plastik suram, dsb.

Transparancy :
Transparan, gambar tembus, slide atau film positif.

Tripod :
Kaki-tiga. Suatu alat yang digunakan untuk menyangga kamera yang berbentuk kaki-tiga, yang dapat dipanjangkan dan dipendekkan sesuai keinginan (terbatas).

Tripod Socket :
Tempat (ulir) untuk tripod. Suatu bagian di kamera, biasanya berlubang dengan ulir di dalamnya, yang berguna untuk tempat memasang tripod atau kaki-tiga kamera.

Through the Lens Metering :
Sistem pengukuran cahaya melalui lensa. Biasa juga disebut OTF (Off the Film Metering).

Tungsten Film :
Film yang khusus diperuntukkan bagi pemotretan yang dilakukan dengan cahaya buatan dengan lampu biasa atau photo-flood, namun juga tetap dapat dipakai untuk pemotretan di bawah cahaya alami.

Twin Lens Reflex :
Refleks Lensa Kembar. Kamera yang mempunyai dua lensa.


V
Vario Focal Lens :
Lensa zoom. Lensa yang mempunyai panjang focus yang dapat diubah-ubah atau dapat bergeser.

Vario Lens :
Lensa vario atau sering disebut sebagai lensa zoom. Yaitu sebuah lensa yang memiliki jangkauan panjang focus yang bervariasi atau dapat diubah-ubah.

Vertical Grip :
Alat pelepas rana untuk pengambilan gambar secara vertikal tanpa harus memutar tangan.

View Camera :
Kamera yang menggunakan film format besar dan digunakan untuk keperluan pemotretan yang memerlukan detail tajam.

View Finder :
Jendela bidik. Bagian dari kamera yang berfungsi sebagai tempat mata melihat bayangan benda yang akan diabadikan.


W
Waist Level Finder :
Pembidik sebatas pinggang.

Warm Tone :
Bernada warna hangat. Suatu warna yang terasakan tidak terlampau menyilaukan mata, atau berwarna ke arah cokelat gelap ke arah hitam pekat.

Watt/ Second (W/S) :
Satuan daya pada lampu kilat studio yang dibedakan dengan lampu kilat portable yang menggunakan GN.

Wide Angle Lens :
Lensa sudut lebar, misalnya lensa 20 mm atau 24 mm. Jenis lensa dengan tubuh pendek yang biasa digunakan untuk memotret sebuah panorama luas atau untuk pemotretan sejumlah besar orang.

Wide Shoot :
Pemotretan dengan sudut pandang lebar. Biasanya merupakan satu jepretan panjang diawal suatu sekuen.

Wireless TTL :
Sistem pengukuran lewat lensa tanpa melalui kabel.

Worm Eye :
Pandangan cacing. Berarti memotret dari sudut pandang permukaan tanah.


Z
Zone System :
Suatu cara untuk menghasilkan foto dengan tingkat kontras yang dimulai dari nada hitam pekat hingga nada warna putih sekali.

Zoom Lens :
Lensa zoom. Jenis lensa yang memiliki elemen yang mampu bergerak hingga membuat panjang fokal bervariasi.

Zoom Blur :
Kekaburan gambar yang disebabkan oleh gerakan zoom pada waktu melepas rana kamera.

Zooming Ring :
Gelang batas rentang vario pada lensa zoom.



Nah, diatas merupakan daftar istilah yang sering muncul di dunia fotografi. Lumayan banyak dan agak sedikit susah diingat memang. Tapi setidaknya sedikit banyak kita tahu fungsi dari masing-masing istilah tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca, dan Jangan lupa share untuk berbagi ilmu.. :)

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Untuk Informasi Harga Baru dan Bekas Secara Akurat Bisa Di Tanyakan Langsung Ke Dealer atau Toko Terdekat Di Kota Anda Seperti Ambon | Ambarawa | Balikpapan | Banda Aceh | Bandar Lampung | Bandung | Banjarbaru | Banjarmasin | Banyuwangi | Batam | Batulicin | BauBau | Bekasi | Bengkulu | Berau | Biak | Bima | Blitar | Bogor | Bondowoso | Bone | Bontang | Bulukumba | Bulungan | Cianjur | Ciawi | Cibubur | Cikarang | Cilacap | Cilegon | Cimanggis | Cirebon | Citeureup | Denpasar | Depok | Dumai | Duri | Garut | Gianyar | Gorontalo | Gresik | Handil (Kaltim) | JakartaBarat | JakartaPusat | JakartaSelatan | JakartaTimur | JakartaUtara | Jambi | Jayapura | Jember | Jepara | Karawang | Kediri | Kendari | Kolaka | Kota Bangun (Kaltim) | Kotamobagu | Kudus | Kupang | Kutai | Lhokseumawe | Lubuk Linggau | Lumajang | Luwuk | Madiun | Magelang | Makassar | Malang | Malinau | Manado | Manokwari | Mamuju | Mataram (Lombok) | Medan | Melak | Merauke | Mojokerto | Nabire | Negare (Bali) | Nganjuk | Nunukan | Padang | Palangkaraya | Palembang | Palopo | Palu | Pangkalpinang | Pare-Pare | Paser (Kaltim) | Pasuruan | Pati | Pekalongan | Pekanbaru | Pematangsiantar | Penajam (Kaltim) | Pinrang | Polman | Pontianak | Probolinggo | Purwakarta (Jabar) | Purwokerto (Jateng) | Rembang | Riau | Salatiga | Samarinda | Samboja (Kaltim) | Sangatta | Sanur | Semarang | Sengkang | Sentul | Serang | Sidoarjo | Sidrap | Singaraja | Singkawang | Sintang | Situbondo | Solo | Soppeng | Sorong | Sorowako | Subang | Sumedang | Sukabumi | Surabaya | Tabanan | Tana_Toraja | Tanah Grogot (Kaltim) | Tangerang | Tanjungkarang | TanjungPinang | Tanjung Tabalong | Tarakan | Tasikmalaya | Tenggarong | Tegal | Ternate | Timika | Tuban | Tulung Agung | Ungaran | Yogyakarta